SEKILAS INFO
  • 3 bulan yang lalu / Salurkan Wakaf Anda Kepada Lembaga Wakaf Al Fityah No Rekening : 2210056295  Bank Muamalat Indonesia Atas Nama Badan Wakaf Al Fityah
  • 3 bulan yang lalu / Salurkan Wakaf Anda Kepada Lembaga Wakaf Al Fityah No Rekening : 7755558901  Bank Syariah Indonesia Atas Nama Badan Wakaf Al Fityah
  • 3 bulan yang lalu / Salurkan Wakaf Anda Kepada Lembaga Wakaf Al Fityah No Rekening : 8204099999 Bank riau Kepri  Syariah Kode Bank 119
WAKTU :

Infakkanlah Sebagian dari Hasil Usahamu!

Terbit 11 Januari 2022 | Oleh : Tim Wakaf Keren | Kategori : Berita
Infakkanlah Sebagian dari Hasil Usahamu!
Orang yang benar-benar beriman, niscaya akan menafkahkan sesuatu yang baik, bila dia bermaksud dengan infaknya itu untuk menyucikan diri dan meneguhkan jiwanya. Sesuatu yang diinfakkan, diumpamakan dengan sebutir benih yang menghasilkan tujuh ratus butir, atau yang diumpamakan dengan sebidang kebun yang terletak di dataran tinggi, yang memberikan hasil yang baik, tentulah sesuatu yang baik, bukan sesuatu yang buruk yang tidak disukai oleh yang menafkahkan, atau yang dia sendiri tidak akan mau menerimanya, andaikata dia diberi barang semacam itu. Namun demikian, orang yang bersedekah itu pun tidak boleh dipaksa untuk menyedekahkan yang baik saja dari apa yang dimilikinya, seperti yang tersebut di atas.
Rasulullah saw pernah bersabda kepada Mu’adz bin Jabal ketika beliau mengutusnya ke Yaman: Dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Nabi saw mengutus Mu’adz ke Yaman”lalu ia menyebutkan hadis”dan padanya: bahwa Allah mewajibkan kepada mereka zakat pada harta mereka yang diambil dari orang-orang kaya lalu diserahkan kepada fakir miskin di antara mereka. (Riwayat Muttafaq ‘alaih) Dari keterangan di atas dapat dipahami bahwa Allah sangat mencela bila yang disedekahkan itu terdiri dari barang yang buruk-buruk. Ini bukan berarti bahwa barang yang disedekahkan itu harus yang terbaik, melainkan yang wajar, dan orang yang menafkahkan itu sendiri menyukainya andaikata dia yang diberi.
Dalam ayat lain Allah berfirman: Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. (Â’li ‘Imran/3:92) Pada akhir ayat ini Allah berfirman, yang artinya sebagai berikut “Ketahuilah, bahwasanya Allah Mahakaya dan Maha Terpuji.” Ini merupakan suatu peringatan, terutama kepada orang yang suka menafkahkan barang yang buruk-buruk, bahwa Allah tidak memerlukan sedekah semacam itu. Dia tidak akan menerimanya sebagai suatu amal kebaikan. Bila seseorang benar-benar ingin berbuat kebaikan dan mencari keridaan Allah, mengapa dia memberikan barang yang buruk, yang dia sendiri tidak menyukainya? Allah Mahakaya. Maha Terpuji dan pujian yang layak bagi Allah ialah bahwa kita rela menafkahkan sesuatu yang baik dari harta milik kita, yang dikaruniakan Allah kepada kita.
Source: muslim.okezone.com

Salurkan Wakaf Terbaik dengan cara:
1. Scan QR Code LEMBAGA WAKAF AL FITYAH
2. Silahkan Masukkan Nominal Wakaf
3. Wakaf Terkirim
SebelumnyaSempurnakan Iman Kalian SesudahnyaPengertian Wakaf

Berita Lainnya

0 Komentar

Open chat